Pengalaman Terindah Ketika Menggunakan Alat Transportasi

Posted on

Di sini Saya akan menceritakan sedikit pengalaman Saya ketika menggunakan Alat Transportasi, waktu itu sedang liburan setelah Ujian Nasional sambil menunggu untuk mendaftar di perguruan tinggi Saya mempunyai rencana untuk pulan kampung karena sudah lama juga Saya tidak pulang kampung, terakhir kali Saya kesana saat Saya masih kelas 2 sekolah dasar, sebenarnya kampung Saya tidak jauh juga yaitu di Cirebon tapi karena banyak kesibukkan Saya dan keluarga tidak sempat untuk ke sana.

Waktu itu hari Rabu dan hari itu Saya sudah berencana untuk pergi ke sana, namun pulang kampung kali ini berbeda karena Saya hanya berdua dengan adik Saya, Bapak dan Ibu Saya sedang sibuk-sibuknya saat itu, awalnya kami ingin ke sana naik kereta api tapi ketika sampai di Stasiun kami sudah kehabisan tiket, Saya merasa bingung padahal itu bukan libur lebaran tapi kok sudah habis. Akhirnya kami putuskan untuk menggunakan bis, karena sudah kesiangan agak sulit untuk mendapatkan bis yang langsung ke Cirebon alhasil kami naik bis yang menuju Kuningan, setelah nego alot harga tiket dengan sang Kondektur akhirnya kami pun naik dan berangkat sekitar pukul setengah 12 siang dari Terminal Kampung Rambutan, awalnya kami mengira bis itu langsung tancap gas tetapi malah ngetem lagi padahal bis yang kami tumpangi sudah penuh sesak, udara panas terasa sangat menyengat kala itu, maklum lah siang bolong dan bis yang kami tumpangi tidak AC.

Setelah ngetem cukup lama akhirnya bis memulai perjalanannya, untuk mengusir kejenuhan Saya dan adik Saya berbicara ringan sekedar basa basi, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, padahal perjalanan kami masih lumayan jauh dan tak berapa lama berhentilah bis itu, entah di mana Saya tidak tau lokasi pastinya. Ketika saya sedang asik bercengkrama dengan penumpang bis lain di samping Saya, Saya dikejutkan dengan orang yang menjajakkan makanan dan minuman tepat di wajah Saya, cukup kaget Saya karena mereka menawarkannya dengan nada tinggi entah karena bising atau memang mereka seperti itu, karena Saya tidak lapar dan Saya sudah membawa minum Saya tidak membelinya meskipun mereka terlihat sedikit memaksa ketika menawarkannya, tak berselang lama sekarang giliran pengamen yang masuk, untungnya Saya mempunyai uang receh karena pengamennya terlihat cukup menyeramkan.

Setelah bis berhenti cukup lama akhirnya bis melakukan perjalanan kembali, karena banyak penumpang yang ingin buang air kecil akhirnya bis berhenti kembali, andai saja tidak berhenti terus pasti kami sudah sampai keluh Saya dalam hati. Ketika sudah mencapai daerah Indramayu tiba-tiba polisi membelokkan jalur yang membuat perjalanan semakin jauh Saya, Saya terus-terusan mengeluh dalam hati, pikir Saya kenapa harus mengeluh terus padahal hari ini kan tujuan Saya untuk berlibur, alasan itu lah yang membesarkan hati Saya, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan sedikit lagi kami sampai di Terminal bis Harjamukti Cirebon, karena bis itu menuju Kuningan maka bis cuma sekedar lewat di Terminal itu.

Ketika kami berdua turun langsung banyak sekali tukang becak dan kondektur yang menawarkan kami, berhubung kami tidak tau jalan akhirnya kami bertanya kepada tukang becak dan sekaligus menaikinya, kami pikir di daerah situ lah kampung kami tetapi kami salah, karean kami tidak fasih berbahasa Sunda dan ada miskomunikasi dengan tukang becaknya tersasarlah kami, kami cuma berputar-putar saja, wah gue dikerjain nih pikir Saya, akhirnya kami meminta untuk kembali ke Terminal, ketika kami tanya berapa dia bilang 50 ribu kang, karena kami menggunakan dua becak ya sudahlah, tak taunya 50 ribu itu untuk satu becak, spontan saja kami kaget, Saya sempat beradu argumen dengan tukang becaknya tapi mereka tetap tidak mau tau, ya terpaksa akhirnya kami membayar 100 ribu, Saya kesal sekali saat itu, kami diputar-putar sampai pukul setengah 8 malam, apes memang baterai hp Saya lowbatt untungnya adik Saya membawa hp dan dia segera menghungi saudara Saya untuk meminta petunjuk jalan, ternyata benar saja kampung Saya bukan di daerah situ, kami harus naik mobil lagi dan itu memakan waktu 1 setengah jam dalam kondisi jalan lancar, wah kalo naik becak bisa habis berapa juta canda Saya sambil tersenyum, akhirnya kami sampai di daerah Ciledug, ketika Saya melihat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih.

Tibalah kami di rumah Saudara kami, kami mengucap salam dan keluarlah sosok wanita muda yang Saya tidak kenali, ternyata itu Teteh Saya yang waktu itu Saya lihat masih remaja, beliau pun pangling dan tidak mengenali kami dan kami cuma tertawa saat itu maklum lah sudah lama sekali kami tidak bertemu, karena sudah sangat lapar akhirnya kami pun makan baru setelah itu mandi, kemudian kami menceritakan kepada mereka tentang kejadian-kejadian lucu tadi dan mereka tertawa terbahak-bahak mungkin mereka menertawakan kebodohan kami hahaha

Sekian pengalaman Saya terindah Saya ketika menggunakan alat transportasi, sebenarnya sedikit menyebalkan sih tapi sangat berkesan juga hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s